24 Agustus 2008

Selamat menjadi mahasisawa

Penerimaan mahasiswa baru khususnya universitas negeri sudah berakhir dan kemarin (lama juga seeh) sudah diumumkan, selamat yang sudah diterima di fakultasnya masing-masing. Prosedur administrasi kuliah mulai di jalankan oleh pihak kampus yang membuat para mahasiswa baru sibuk dan capek mengantri guna melakukan registrasi.

Setelah prosedur administrasi telah dilalui, mereka para mahasiswa baru ini harus menginjak pada tahap selanjutnya yaitu OSPEK tapi sekarang sudah dihapus, wuih padahal keren tuh acara, tapi ada ngak enaknya juga. Tapi, yang enaknya bisa kenalan sama kawan-kawan baru, apalagi kalau ada cewek cakep, heheheee..... yang pada tahap ini, mereka akan diperkenalkan dengan suasana kampus oleh kakak tingkat mereka. Tak jarang, pada acara OSPEK ini, sering kali dikotori oleh tindakan senioritas oleh para kakak tingkat mereka. Tingkah laku senioritas seperti inilah yang sebisa mungkin harus dihilangkan.

Menjadi mahasiswa baru adalah hal yang menyenangkan dan menuntut keseriusan kita dibandingkan dengan ketika masih berstatus siswa. Dari sisi kegiatan perkulihaan akan semakin berat beban materi kuliah dan penugasan yang akan di terima, jauh berbeda dibandingkan sewaktu masih berstatus sebagai siswa di SLTA. Dan hal ini tentu akan menyita banyak waktu, perhatian dan tenaga. Selain itu lingkungan tempat tinggal pun berbeda dengan ketika kita masih numpang dengan orang tua, ini bagi yang berasal dari luar daerah. Kondisi ini menuntut kita untuk lebih bersikap mandiri terutama berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan hidup kita sehari-hari seperti kebutuhan makan, minum, tempat kos, pakaian, belajar hingga berinteraksi dengan lingkungan. Tapi enak broooo, Siap-siap belajar ngutang ya, hehehee.....

Interaksi dengan lingkungan sekitar adalah suatu tuntutan yang mesti dilakukan. Hal ini agar terjadi adaptasi sosial yang positif dan tidak terjadi kesenjangan interaksi antara mahasiswa dengan lingkungan kampus dan juga lingkungan tempat tinggal baru. Mahasiswa baru hendaknya mengenal keberadaan organisasi intra dan ekstra kampus yang seperti organisasi yang bergerak di bidang sosial, kemahasiswaan, olahraga, forum kajian dan juga organisasi Islam. Tentu tidak sebatas mengenal saja, melainkan juga hendaknya ikut terlibat aktif dalam organisasi tersebut sepanjang kegiatan yang dilaksanakan mempunyai kontribusi positif.

Sekali lagi, selamat menjadi mahasiswa. Kalian adalah generasi bangsa yang membanggakan. Potensi kalian (mungkin) luar biasa. Semangat kalian menggebu-gebu. Jangan sampai potensi dan semangat kawan-kawan menjadi redup bahkan padam ketika kawan-kawan hanya memikirkan aktivitas perkuliahan saja.

23 Agustus 2008

Marhaban ya ramadhan

Tak terasa, tinggal menghitung hari lagi kita 'insya allah' akan bertemu kembali dengan bulan mulia yang penuh rahmat, marhaban ya ramadhan. Sudahkah saudara-saudaraku mempersiapkan segala sesuatunya?
Manfaat Ramadhan sangant banyak sekali, yang salah satunya untuk menyehatkan fisik kita, justru Ramadhan malah semakin meningkatkan kadar lemak di tubuh kita. Untuk itu, agar ibadah di bulan Ramadhan kita bermanfaat, paling tidak ada beberapa hal menurut saya yang perlu kita persiapkan.
Pertama adalah persiapan Iman. Bulan Ramadhan sudah semestinya bulan untuk beramal, dan Iman ibarat energi yang menggerakkan ibadah kita di bulan suci tersebut. Seperti halnya olimpiade, semestinya para atlet latihan olah raganya jauh-jauh hari sebelum Olimpiade berlangsung, begitu pula dengan ibadah Ramadhan. Jangan ”latihan bertempurnya” justru saat bulan Ramadhan tersebut. Sudah pasti kita akan kalah kan?

Kedua adalah persiapan fisik. Sebelum ”puasa yang wajib tersebut”, kita latihan puasa dahulu. Rasulullah SAW membiasakan diri beliau unuk banyak berpuasa sebelum bulan Ramadhan. Sehingga ketika memasuki Ramadhan, puasanya menjadi puasa yang terbaik, amin.

Ketiga adalah mempersiapkan ilmu. Seperti menghadiri kajian/pengajian yang membahas tentang fiqh puasa, amalan-amalan di bulan Ramadhan dan lain sebagainya. Sehingga puasa dan amal kita menjadi amalan yang baik dan benar dibulan suci tersebut.

Yang keempat atau terakhir menurut saya adalah persiapan biaya. Kenapa dengan biaya? Apakah kita akan banyak mempersiapkannya untuk membeli buka puasa? Tentu tidak, Ramadhan adalah saat yang tepat untuk berbagi. Allah SWT telah berjanji untuk melipatgandakan seluruh Infaq dan shadaqah kita di bulan Ramadhan ini. Dan jangan lupa untuk membayar zakat fitrah kita, Agar puasa kita lebih sempurna.

Mumpung belum terlambat, mari kita persiapkan kembali bekal kita untuk Ramadhan kita kali ini. Siapa tahu ini akan menjadi Ramadhan terakhir kita.


06 Agustus 2008

Merdeka

Sebentar lagi seluruh rakyat Indonesia akan memperingati Hari Kemerdekaan Negara Indonesia pada tanggal 17 Agustus. Ini memang sudah tradisi rakyat Indonesia. Acara yg diadakan-pun sangat meriah. Dari lorong-lorong gang di perkotaan sampai diseluruh pelosok desa. Mereka seolah-olah larut dalam kegembiraan dan kesenangan. Kondisi perekonomian yg sedang morat marit saat ini, tidak mereka hiraukan. Dalam suasana Hari Kemerdekaan, sepertinya ada rasa NASIONALIS yg terpendam kemudian timbul untuk diluapkan. Yel-yel. teriakan-teriakan, dan gema kemerdekaan mereka teriakan. Pawai bersama mereka adakan. Sungguh suatu suasana yg mengharu biru.


Apabila kita menilik ke belakang, bagaimana perjuangan dan pengorbanan rakyat pada jaman dulu dalam mempertahankan tanah Indonesia, rasanya wajar melihat perasaan mereka yg meledak-ledak dalam merayakannya. Namun sepertinya mereka melupakan hakekat/arti dari Kemerdekaan itu sendiri. Kita tidak menyadari bahwasannya saat ini-pun kita sedang dijajah oleh paham-paham yg bersifat destruktif terhadap persatuan rakyat Indonesia.

Inilah yg sebenarnya hakekat dari Hari Kemerdekaan, bahwa kita sebagai generasi penerus bangsa seharusnya mau dan mampu memikul beban perjuangan yg berat dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. P4 yg selama ini digembar gemborkan harus benar-benar dijadikan pedoman yg dihayati dan harus selalu diamalkan. Sebab tanpa kelengkapan komponen tersebut maka sia-sia saja pengorbanan kita.

Rasanya sia-sia perjuangan para leluhur kita jaman dahulu, kalau saat ini ternyata bangsa kita terpuruk/tertindas dalam tangan “penjajah”. Jangankan harta, nyawa dan keluarga-pun mereka korbankan demi mempertahankan tanah Indonesia. Tidak ada filosofi yg lebih baik kalau sekarang/mulai saat ini kita sebagai rakyat Indonesia baik yg muda maupun yg tua, baik yg kaya maupun yg miskin, baik yg petani maupun pegawai, marilah kita manunggal dalam perjuangan ini. Marilah kita rebut kembali kemerdekaan kita.

MERDEKA !!!